Friday, September 20, 2013

-R-

Why are you so bright?
Why are you so great?
Why I can't realize your kindness since the first time we met?
Why can't I talk to you earlier?
Why are we not in the same school?
Why are you older?

Tuesday, July 23, 2013

Fragment #4



4

Waktu menunjukkan pukul 5.30 sore.Clarice,Karen,CJ,Marco dan Fern berlari sekuat tenaga.Mereka tidak menyangka 1 jam akan berlalu secepat itu.Bahkan CJ hampir tidak sempat mandi.
“Ini salah mu Fern!”keluh CJ
“Terserah..”balas Fern ikut kesal.
“Hei,ini bukan waktunya bertengkar.Kalian mau terlambat?!”lerai Clarice.
“OK,Boss!”jawab CJ sambil menarik tangan Clarice.
Dengan kebingungan Clarice ikut berlari di belakang CJ.Melihat Clarice dan CJ semakin menjauh,Marco dan Karen mempercepat langkah mereka.Fern berusaha mengejar,namun langkahnya terus terasa berat sampai akhirnya ia berbalik kembali ke arah kamar mereka.

Acara perkenalan nurturer baru berlangsung meriah.Banyak nurturer lain yang penasaran dengan kedatangan orang-orang baru.
“Mari kita sambut siswa terbaru kita,para nurturer muda Clarice,Karen,Fern,Marco dan Charlie..”kata Cedric.
Mendengarnya anak-anak itu spontan berdiri.Semuanya bertepuk tangan melihat anggota mereka yang baru.Di terima orang sebanyak ini merupakan pengalaman baru bagi Clarice.Selama ini orang-orang selalu menganggapnya monster dan menolaknya.
“Clare,kau lihat Fern?”tanya Karen tiba-tiba
“Nggak,bukannya dia di belakang bersama kalian?”Clarice tersentak kaget
“Tenang saja.Mungkin sekarang dia sedang merenung di kamar.”kata CJ santai sambil kembali duduk.Melihat CJ makan dengan tenang,yang lain kembali duduk ke tempatnya masing-masing.Namun tidak dengan Clarice,ia merasakan sesuatu,ia tak bisa meninggalkan Fern sendirian.Setelah memakan beberapa suap ia segera meninggalkan aula utama dan berlari ke arah homebase mereka.Ia terus berlari,entah kenapa perasaanya semakin aneh.Tepat setelah ia mencelupkan batu itu sesuatu terjatuh tepat di atasnya.
“Fern!!”jerit Clarice
“eng...”
“Apa??!”
“Aku,lapaar....”

Clarice mengendap-endap kembali ke aula utama.Setelah mengambil beberapa kue dengan cepat ia berlari ke pintu keluar.Tinggal beberapa langkah lagi sebelum ia mencapai pintu di depannya.
“Mrs.Maurrine..,kau sudah menyelesaikan makan malam mu?”
“Su..sudah,miss.Saya akan kembali ke homebase saya..”jawab Clarice gugup
“Kalau begitu hati-hati.Oh,ya,Mrs.Maurrine,masukkan kantong itu kalau tidak pasti jatuh..”kata Mrs.Alyss,wakil kepala sekolah academy Al-Grament.
Clarice segera memasukkan kantong nya yang berisi kue untuk Fern.Mrs.Alyss membiarkannya lolos kali ini,mungkin dia guru yang baik.Tanpa menghabiskan waktunya lagi,Clarice segera menuju ke homebasenya.
“Fern...,nih...”
“Thanks..”Fern memakan kue-kue itu dengan cepat.Clarice terus menatapnya.
“Kenapa?Kau mau?”
“Nggak.Fern,kalau kamu lapar,kenapa tadi nggak ikut ke aula?”
Fern terbatuk-batuk mendengar pertanyaan Clarice.Ia segera mengambil segelas minuman untuk mengehentikan batuknya.Clarice jadi sedikit merasa bersalah menanyakan hal itu.
“Itu...aku,nggak tahu,tiba-tiba saja dadaku sesak.Jadi kuputuskan untuk beristirahat saja..”jawab Fern
“Sudah baikan?”
“Ya...”Fern tersenyum lebar.
Tiba-tiba dada Clarice terasa hangat.Semua perasaan khawatirnya hilang.Ia merasa lega.Bahkan rasa laparnya muncul lagi.Memang ia hampir tidak makan saat makan malam di aula.Fern memberinya beberapa kue coklat.
“Kau lapar kan?”
“Thanks..”jawab Clarice sambil mengunyah kue coklatnya.

Karen bersama Marco dan CJ berlari cepat ke homebase mereka.Kedua temannya Clarice dan Fern menghilang entah kemana sejak acara makan malam.Rasa khawatir mulai menjalari Karen.Namun,ia tahu Clarice sahabatnya pasti baik-baik saja.Marco dan CJ telah memasukkan batu mereka,tangga itu bergerak dan mulai berubah bentuk.Karen berlari berusaha mengimbangi kecepatan Marco dan CJ namun ternyata ia memang tak setangguh Clarice,hampir saja ia terjatuh kalau Marco tak segera menahannya.CJ membuka pintu menuju ke homebase mereka dan tertawa terpingkal-pingkal. Ia masuk dan terdengarlah tawa riuh dari dalam.Karen dan Marco yang penasaran segera menyusul masuk.Tampak Clarice dan Fern yang belepotan kue coklat lemparan CJ.Karen dan Marco pun ikut tertawa.
“Hei,hei,CJ,kau yang bersihkan ini semua ya!!”perintah Clarice main-main.
“Kan kalian yang bawa kue-kue itu kesini.Ternyata..,rencana makan malam berdua ya..Pantas kalian menghilang dari tadi.”goda CJ
“Nggak!!”bantah Clarice cepat yang disambut pandangan curiga teman-temannya
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki.Karen ingat kalau peraturan Al-Grament mengharuskan mereka tidur tepat pukul 9 malam.
“Teman-teman,jam berapa ini?”tanya Karen pelan
“9.15”jawab Marco melihat jam di atas tempat tidurnya.
“Gawat,cepat masuk ke tempat tidur kalian!!”perintah Karen cepat.Dengan tergesa-gesa kelima anak itu meloncat ke tempat tidur masing-masing dan menarik selimut mereka,semntara Karen dengan cepat mengucapkan mantra untuk membuat ilusi menutup noda cokelat di lantai.Marco sempat mematikan lampu tepat saat pengawas academy memeriksa ruangan mereka.
“Be..berat..”keluh Clarice pelan.
“Ssst...”perintah Fern
“Fe...mphft...”kata-kata Clarice terpotong.Ia berada dalam pelukan Fern.Pengawas itu masih memeriksa ruangan mereka.Mungkin ia mencium bau coklat yang tadi sempat mereka pakai untuk bermain.
Ayo,keluarlah....”harap Clarice.Ia sudah tak kuat lagi.Dadanya berdetak kencang.Untungnya terdengar suara langkah kaki menuruni tangga.Dengan cepat Clarice membuka selimutnya dan mendorong Fern.
“Hei,santai..Memangnya aku monster...”keluh Fern
“Ya!!Selamat tidur...”kata Clarice cepat sambil menarik selimutnya.
Mukanya panas dadanya berdebar kencang.Ia tak ingin memikirkannya lagi.Sudah cukup apa yang terjadi hari ini.Banyak hal yang terjadi,pertama kali dalam hidupnya Clarice mendapat perhatian,dihargai,diterima.Mungkin ini memang terlalu berlebihan baginya yang selalu di tolak dan disisihkan.Perasaan ini mungkin karena ini pertama kali nya ia dapat berada dekat dengan orang lain tanpa ditolak.Tapi,ia tak mau.Ini terlalu banyak untuk diterimanya sekaligus.



Fragment #3



3

Suasana terasa hening sejak mereka keluar dari ruang Alchemy.Orang-orang yang sedari tadi berjalan hilir mudik seperti hilang di telan bumi.Karen mulai ketakutan sementara Clarice,Marco,Fern dan CJ tahu ada yang aneh.
“Ada apa Clare?”tanya Karen dari balik baju Clarice.
“Keluarkan amplifier stone mu!Ada yang nggak beres”jawab Clarice sambil terus meningkatkan kewaspadaannya.
Tepat seperti dugaan Clarice,muncul monster-monster hitam kelam menyerang mereka.Clarice yang sudah bersiap dari tadi menyerang mereka satu persatu.Serangan panah apinya melenyapkan sebagian monster-monster itu.Marco dan Karen menggunakan kekuatan mereka bersamaan yang menghasilkan serangan kombinasi “MeteorCrush”.
Serangan itu menghancurkan sisa monster lainnya.
“Hei,hebat juga kalian..”puji CJ sambil tertawa keras.
“Nggak juga,kok..”jawab Marco.

Tiba-tiba muncul monster hitam itu lagi namun kali ini ukurannya lebih besar,kelima anak itu melihatnya dengan takjub.
“Wow..Ini baru namanya monster..Marc,keluarkan meteormu lagi..”seru CJ sambil terus mencoba memperkirakan tinggi monster itu.
“Sorry,Charlie..Cuma bisa di pakai sekali.”jawab Marco sedikit tersenyum.

Monster itu mengejar ke lima anak itu.Seberapa jauh pun mereka berlari monster itu tetap mengejarnya.Clarice mulai kesal.
Ia berhenti.
Teman-temannya terkejut melihat tindakannya.
“Clare kau mau apa??Ayo lari!!”teriak Karen panik.
“Kalian saja.Aku sudah nggak mau lari lagi!”balas Clarice sambil menyiapkan kuda-kudanya.
Monster itu semakin mendekat.Tak ada satupun serangan Clarice yang melukai monster itu,seperti ada penghalang kuat yang melindunginya.Monster itu terus bergerak maju.Clarice semakin terdesak. Pikirannya kacau.Semuannya terasa lebih gelap.Tiba-tiba ia merasakan kehangatan menyelimutinya.
Kekuatannya meluap.
SunBlaze”teriakknya

Monster itu terlempar.Tangan kanannya meleleh.Ia meraung dan mengeluarkan suara mengerikan.Dengan cepat ia berlari dan mendekati Clarice.Hampir saja Clarice terinjak.Tiba-tiba muncul penghalang batu yang menahan serangan monster itu diikuti munculnya angin tornado kencang dan panah-panah petir yang membuat monster itu mundur.Kesadaran Clarice semakin menghilang.Entah kenapa ia merasa aman dan nyaman dalam kehangatan yang tiba-tiba menyelubunginya.
“Clare kau nggak apa?”
“Clarice!!Hei,sadarlah!!”
“Clarice!!!”

Clarice tersentak bangun.
Ia melihat lingkaran api besar mengelilinginya.Karen menatapnya penuh cemas namun entah kenapa Karen mulai terkekeh kecil diikuti Marco dan CJ.
“Hei,kalian kenapa?”tanya Clarice bingung.
Karen memberikan sinyal tangan ke Clarice untuk melihat ke atas.Terperanjat dengan apa yang dilihatnya,ia berusaha menjauh.Namun Fern menahannya.
“He...hei..”ujar Clarice memerah.
“Istirahatlah,kau akan merasa baikan.Aliran energi mu belum normal.”kata Fern lembut.
Clarice terkejut.Ini pertama kalinya ia melihat Fern seperti ini.

Monster itu terus berusaha menerjang penghalang buatan Marco.Untungnya penghalang itu cukup kuat untuk menahannya.
“Clarice kamu sudah nggak apa?”tanya CJ.
“Ya.Oh,ya,CJ,kalau boleh tahu,siapa yang menghancurkan tangan kanan monster itu?”tanya Clarice polos
“Hei,jangan aneh-aneh,Clare.Itu kan kamu,habis ngomong SunBlaze muncul cahaya terang dan tangannya meleleh..”terang Karen cepat.
“Ma,masa??”tanya Clarice nggak percaya.
“Ya..”jawab CJ dan Karen berbarengan
“Teman-teman..,aku butuh sedikiit bantuan...”
“Akh,maaf Marc..Kenapa??”tanya CJ
“Aku sudah nggak kuat nahan penghalangnya,Charlie!!!!”teriak Marco
Clarice segera berdiri dan mempersiapkan kuda-kudanya kembali.Kini energinya benar-benar pulih.Ia sudah berharap untuk melelehkan monster itu seutuhnya walau ia masih nggak tahu apa yang ia lakukan sebelumnya.Tapi,entah kenapa ia tahu apa yang harus dilakukannya.Dengan cepat Clarice berjalan ke penghalang buatan Marco dan mencoba membukanya.
“Jangan..Jangan Clare..”tahan Fern
“Tapi,nggak ada cara lain.Nggak mungkin kan kita nyuruh Marco terus membuat penghalang seumu hidupnya??”bantah Clarice
“Nggak,aku nggak mau kamu terluka lagi.”
“Memang nya kita harus apa?”Clarice berusaha menenangkan dirinya.
“Aku pernah dengar sesuatu tentang golem.CJ,Karen,kemarilah,aku punya rencana..”

Marco bersiap di posisinya,begitu pula CJ dan Clarice.Segera setelah Fern mengeluarkan tanda,Marco melepas penghalangnya dan CJ berlari membuat petir untuk mengalihkan perhatian mosnter itu.Karen membuat pijakan tanah untuk Clarice.Fern membuat sebuah pusaran untuk mengangkat pijakan itu sehingga jaraknya hanya beberapa meter dari kepala monster itu.
“Clarice cepat serang matanya!!”teriak Fern
“OK!PhoenixArrow

Dengan satu serangan monster itu jatuh dan pecah berkeping-keping.Anak-anak bersorak kegirangan tak terkecuali Karen.Walau hanya sekejap kelengahan Karen membuat pijakan Clarice menjadi goyah.Dengan kecepatan penuh Clarice terjatuh ke bawah.Semuanya berteriak panik namun tak ada yang sempat membuat penahan.Clarice tak tahu harus melakukan apa.Apa ini akhir hidupnya.
Setelah beberapa menit anehnya Clarice tak merasa sakit malah ia kedinginan.Dengan pelan ia membuka matanya,melihat sekelilingnya.Ia selamat,muncul sebuah pijakan es yang Clarice ingat mirip seperti pijakan es buatan Kirie.
Ini aneh,Kirie tak ada di sini.Tapi kenapa?Jangan-jangan!!
“Cedric!!Kau disini kan?Perlihatkan dirimu!”teriak Clarice
Dalam sekejap bentuk ruangan berubah.Cahaya terang memenuhi ruangan membuat anak-anak itu tak dapat melihat apa-apa.Setelah beradaptasi dengan terangnya ruangan itu,Clarice melihat Cedrid,Kirie,Daniel bahkan Emy beserta beberapa orang dewasa lainnya melihat mereka.Cedric mendatangi mereka serta memberi ucapan selamat atas kelulusan masuk menjadi siswa di akademi Al-Grament.Suasana yang semenit lalu masih diliputi ketegangan kini telah mencair.
“Kalian benar-benar hebat mampu mengalahkan shadow creature itu.”ujar Cedric
Jadi itu sebutan mereka.pikir Clarice
“Terutama kau Clarice,”tambahnya”kau benar-benar bijak.Kau mampu berpikir walau keadaan sangat kacau.Kau pun memikirkan teman mu di atas segalanya.Kau lah yang akan menjadi kapten di kelompok mu.Nah,Kirie yang akan memimpin kalian ke HomeBase kalian.Aku permisi dulu..”kata Cedric sebelum menghilang dibalik pintu.
“Dia sibuk,ya...”komentar CJ
“Lewat sini..”kata Kirie dengan nada datarnya.

Anak-anak melewati beberapa lorong panjang.Awalnya Marco mencoba untuk menghaflakan jalan-jalan di akademi ini,namun setelah 15 menit berjalan ia menyerah,memang academy ini sangat luas.Saat mereka mengintip ke salah satu kelas,betapa terkejutnya mereka mendapati kelas yang cuma berisi 10 anak kecil yang hampir seumuran mereka.
“Ya,nurturer muda memang sulit di temukan..”kata Kirire menjawab pertanyaan di pikiran anak-anak.
“Dia punya sixth sense ya...”bisik CJ pelan.
“Ssh..Nanti ketahuan..”balas Clarice cepat
Setelah itu suasana diliputi keheningan.Tak ada yang berani berbicara.Sampai akhirnya mereka sampai di sebuah tangga yang tak mengarah kemana pun.
“Batu kalian?”kata Kirie tiba-tiba.
Satu persatu mereka memasukkan batu mereka ke mangkuk air di depan tangga seperti yang di perintahkan Kirie.Saat batu terakhir di celupkan tangga batu itu bergeser dan berubah menjadi sebuah tangga spiral.
“Kamar kalian di atas.Simpan batu kalian baik-baik.Itu kunci ke homebase kalian.”terang Kirie sebelum ia pergi.
“Hei,ini keren!!Ayo,yang terakhir payah!!!”CJ berlari yang diikuti Marco dan Fern.
“Dasar anak kecil..”komentar Clarice sebelum akhirnya ia dan Karen mengikuti jejak ke-3 temannya.

Ruangan di ujung tangga itu tampak indah dan bersih bahkan lebih luas dari bayangan ke-5 anak itu.Semuanya memilih tempat tidur masing-masing. Clarice memilih tempat tidur di dekat jendela,Karen mengmabil tempat tidur di sebelahnya,sementara CJ dan Marco memilih tempat tidur yang dekat dengan tangga spiral.Fern mengambil tempat tidur yang tersisa di samping tempat tidur Clarice.Melihatnya,Marco dan CJ mulai tertawa geli.
“Kenapa?!”Fern menatap Marco dan CJ penuh curiga.
“Nggak...Kami nggak dapat terimakasih nih...”seru CJ
“Terimakasih buat apa??”tanya Fern
“Buat....itu...”CJ emnunjuk tempat tidur Fern.Dengan cepat Fern berbalik ke arah CJ dan mengambil semua barang CJ lalu melemparnya ke arah tempat tidurnya.
“Puas!!Aku mau mandi!!!”teriak Fern keras sambil mengambil pakaiannya.
“Fern,arahnya ke sana.”kata Marco sambil emnunjuk arah yang berlawanan.
“Ya.A,aku tahu!!”seru Fern cepat sambil sedikit berlari.
Walau sekilas Clarice dapat melihat wajah Fern yang memerah.Ia baru tahu kalau Fern punya ekspresi seperti itu.