Tuesday, July 23, 2013

Fragment #3



3

Suasana terasa hening sejak mereka keluar dari ruang Alchemy.Orang-orang yang sedari tadi berjalan hilir mudik seperti hilang di telan bumi.Karen mulai ketakutan sementara Clarice,Marco,Fern dan CJ tahu ada yang aneh.
“Ada apa Clare?”tanya Karen dari balik baju Clarice.
“Keluarkan amplifier stone mu!Ada yang nggak beres”jawab Clarice sambil terus meningkatkan kewaspadaannya.
Tepat seperti dugaan Clarice,muncul monster-monster hitam kelam menyerang mereka.Clarice yang sudah bersiap dari tadi menyerang mereka satu persatu.Serangan panah apinya melenyapkan sebagian monster-monster itu.Marco dan Karen menggunakan kekuatan mereka bersamaan yang menghasilkan serangan kombinasi “MeteorCrush”.
Serangan itu menghancurkan sisa monster lainnya.
“Hei,hebat juga kalian..”puji CJ sambil tertawa keras.
“Nggak juga,kok..”jawab Marco.

Tiba-tiba muncul monster hitam itu lagi namun kali ini ukurannya lebih besar,kelima anak itu melihatnya dengan takjub.
“Wow..Ini baru namanya monster..Marc,keluarkan meteormu lagi..”seru CJ sambil terus mencoba memperkirakan tinggi monster itu.
“Sorry,Charlie..Cuma bisa di pakai sekali.”jawab Marco sedikit tersenyum.

Monster itu mengejar ke lima anak itu.Seberapa jauh pun mereka berlari monster itu tetap mengejarnya.Clarice mulai kesal.
Ia berhenti.
Teman-temannya terkejut melihat tindakannya.
“Clare kau mau apa??Ayo lari!!”teriak Karen panik.
“Kalian saja.Aku sudah nggak mau lari lagi!”balas Clarice sambil menyiapkan kuda-kudanya.
Monster itu semakin mendekat.Tak ada satupun serangan Clarice yang melukai monster itu,seperti ada penghalang kuat yang melindunginya.Monster itu terus bergerak maju.Clarice semakin terdesak. Pikirannya kacau.Semuannya terasa lebih gelap.Tiba-tiba ia merasakan kehangatan menyelimutinya.
Kekuatannya meluap.
SunBlaze”teriakknya

Monster itu terlempar.Tangan kanannya meleleh.Ia meraung dan mengeluarkan suara mengerikan.Dengan cepat ia berlari dan mendekati Clarice.Hampir saja Clarice terinjak.Tiba-tiba muncul penghalang batu yang menahan serangan monster itu diikuti munculnya angin tornado kencang dan panah-panah petir yang membuat monster itu mundur.Kesadaran Clarice semakin menghilang.Entah kenapa ia merasa aman dan nyaman dalam kehangatan yang tiba-tiba menyelubunginya.
“Clare kau nggak apa?”
“Clarice!!Hei,sadarlah!!”
“Clarice!!!”

Clarice tersentak bangun.
Ia melihat lingkaran api besar mengelilinginya.Karen menatapnya penuh cemas namun entah kenapa Karen mulai terkekeh kecil diikuti Marco dan CJ.
“Hei,kalian kenapa?”tanya Clarice bingung.
Karen memberikan sinyal tangan ke Clarice untuk melihat ke atas.Terperanjat dengan apa yang dilihatnya,ia berusaha menjauh.Namun Fern menahannya.
“He...hei..”ujar Clarice memerah.
“Istirahatlah,kau akan merasa baikan.Aliran energi mu belum normal.”kata Fern lembut.
Clarice terkejut.Ini pertama kalinya ia melihat Fern seperti ini.

Monster itu terus berusaha menerjang penghalang buatan Marco.Untungnya penghalang itu cukup kuat untuk menahannya.
“Clarice kamu sudah nggak apa?”tanya CJ.
“Ya.Oh,ya,CJ,kalau boleh tahu,siapa yang menghancurkan tangan kanan monster itu?”tanya Clarice polos
“Hei,jangan aneh-aneh,Clare.Itu kan kamu,habis ngomong SunBlaze muncul cahaya terang dan tangannya meleleh..”terang Karen cepat.
“Ma,masa??”tanya Clarice nggak percaya.
“Ya..”jawab CJ dan Karen berbarengan
“Teman-teman..,aku butuh sedikiit bantuan...”
“Akh,maaf Marc..Kenapa??”tanya CJ
“Aku sudah nggak kuat nahan penghalangnya,Charlie!!!!”teriak Marco
Clarice segera berdiri dan mempersiapkan kuda-kudanya kembali.Kini energinya benar-benar pulih.Ia sudah berharap untuk melelehkan monster itu seutuhnya walau ia masih nggak tahu apa yang ia lakukan sebelumnya.Tapi,entah kenapa ia tahu apa yang harus dilakukannya.Dengan cepat Clarice berjalan ke penghalang buatan Marco dan mencoba membukanya.
“Jangan..Jangan Clare..”tahan Fern
“Tapi,nggak ada cara lain.Nggak mungkin kan kita nyuruh Marco terus membuat penghalang seumu hidupnya??”bantah Clarice
“Nggak,aku nggak mau kamu terluka lagi.”
“Memang nya kita harus apa?”Clarice berusaha menenangkan dirinya.
“Aku pernah dengar sesuatu tentang golem.CJ,Karen,kemarilah,aku punya rencana..”

Marco bersiap di posisinya,begitu pula CJ dan Clarice.Segera setelah Fern mengeluarkan tanda,Marco melepas penghalangnya dan CJ berlari membuat petir untuk mengalihkan perhatian mosnter itu.Karen membuat pijakan tanah untuk Clarice.Fern membuat sebuah pusaran untuk mengangkat pijakan itu sehingga jaraknya hanya beberapa meter dari kepala monster itu.
“Clarice cepat serang matanya!!”teriak Fern
“OK!PhoenixArrow

Dengan satu serangan monster itu jatuh dan pecah berkeping-keping.Anak-anak bersorak kegirangan tak terkecuali Karen.Walau hanya sekejap kelengahan Karen membuat pijakan Clarice menjadi goyah.Dengan kecepatan penuh Clarice terjatuh ke bawah.Semuanya berteriak panik namun tak ada yang sempat membuat penahan.Clarice tak tahu harus melakukan apa.Apa ini akhir hidupnya.
Setelah beberapa menit anehnya Clarice tak merasa sakit malah ia kedinginan.Dengan pelan ia membuka matanya,melihat sekelilingnya.Ia selamat,muncul sebuah pijakan es yang Clarice ingat mirip seperti pijakan es buatan Kirie.
Ini aneh,Kirie tak ada di sini.Tapi kenapa?Jangan-jangan!!
“Cedric!!Kau disini kan?Perlihatkan dirimu!”teriak Clarice
Dalam sekejap bentuk ruangan berubah.Cahaya terang memenuhi ruangan membuat anak-anak itu tak dapat melihat apa-apa.Setelah beradaptasi dengan terangnya ruangan itu,Clarice melihat Cedrid,Kirie,Daniel bahkan Emy beserta beberapa orang dewasa lainnya melihat mereka.Cedric mendatangi mereka serta memberi ucapan selamat atas kelulusan masuk menjadi siswa di akademi Al-Grament.Suasana yang semenit lalu masih diliputi ketegangan kini telah mencair.
“Kalian benar-benar hebat mampu mengalahkan shadow creature itu.”ujar Cedric
Jadi itu sebutan mereka.pikir Clarice
“Terutama kau Clarice,”tambahnya”kau benar-benar bijak.Kau mampu berpikir walau keadaan sangat kacau.Kau pun memikirkan teman mu di atas segalanya.Kau lah yang akan menjadi kapten di kelompok mu.Nah,Kirie yang akan memimpin kalian ke HomeBase kalian.Aku permisi dulu..”kata Cedric sebelum menghilang dibalik pintu.
“Dia sibuk,ya...”komentar CJ
“Lewat sini..”kata Kirie dengan nada datarnya.

Anak-anak melewati beberapa lorong panjang.Awalnya Marco mencoba untuk menghaflakan jalan-jalan di akademi ini,namun setelah 15 menit berjalan ia menyerah,memang academy ini sangat luas.Saat mereka mengintip ke salah satu kelas,betapa terkejutnya mereka mendapati kelas yang cuma berisi 10 anak kecil yang hampir seumuran mereka.
“Ya,nurturer muda memang sulit di temukan..”kata Kirire menjawab pertanyaan di pikiran anak-anak.
“Dia punya sixth sense ya...”bisik CJ pelan.
“Ssh..Nanti ketahuan..”balas Clarice cepat
Setelah itu suasana diliputi keheningan.Tak ada yang berani berbicara.Sampai akhirnya mereka sampai di sebuah tangga yang tak mengarah kemana pun.
“Batu kalian?”kata Kirie tiba-tiba.
Satu persatu mereka memasukkan batu mereka ke mangkuk air di depan tangga seperti yang di perintahkan Kirie.Saat batu terakhir di celupkan tangga batu itu bergeser dan berubah menjadi sebuah tangga spiral.
“Kamar kalian di atas.Simpan batu kalian baik-baik.Itu kunci ke homebase kalian.”terang Kirie sebelum ia pergi.
“Hei,ini keren!!Ayo,yang terakhir payah!!!”CJ berlari yang diikuti Marco dan Fern.
“Dasar anak kecil..”komentar Clarice sebelum akhirnya ia dan Karen mengikuti jejak ke-3 temannya.

Ruangan di ujung tangga itu tampak indah dan bersih bahkan lebih luas dari bayangan ke-5 anak itu.Semuanya memilih tempat tidur masing-masing. Clarice memilih tempat tidur di dekat jendela,Karen mengmabil tempat tidur di sebelahnya,sementara CJ dan Marco memilih tempat tidur yang dekat dengan tangga spiral.Fern mengambil tempat tidur yang tersisa di samping tempat tidur Clarice.Melihatnya,Marco dan CJ mulai tertawa geli.
“Kenapa?!”Fern menatap Marco dan CJ penuh curiga.
“Nggak...Kami nggak dapat terimakasih nih...”seru CJ
“Terimakasih buat apa??”tanya Fern
“Buat....itu...”CJ emnunjuk tempat tidur Fern.Dengan cepat Fern berbalik ke arah CJ dan mengambil semua barang CJ lalu melemparnya ke arah tempat tidurnya.
“Puas!!Aku mau mandi!!!”teriak Fern keras sambil mengambil pakaiannya.
“Fern,arahnya ke sana.”kata Marco sambil emnunjuk arah yang berlawanan.
“Ya.A,aku tahu!!”seru Fern cepat sambil sedikit berlari.
Walau sekilas Clarice dapat melihat wajah Fern yang memerah.Ia baru tahu kalau Fern punya ekspresi seperti itu.


No comments:

Post a Comment