Sunday, July 21, 2013

Fragment #2



2

“Selamat datang di rumah baru kalian...”seru Cedric,
”Kalian akan mempelajari cara memakai fragments kalian.Mulai dari sini kalian akan mendapat pelajaran seperti sekolah kalian,tentunya pelajarannya berbeda.Masukklah ke pintu itu dan tunggu sampai Daniel datang.Dia akan menguji level fragment kalian..Semoga berhasil..”kata laki-laki itu sebelum menghilang di balik pintu.
“Level?”kata Marco sambil berjalan ke pintu yang di tunjuk Cedric diikuti Karen dan CJ.Namun,Clarice dan Fern tetap bertahan di tempatnya.
“Kalian kenapa?Nggak ke sini?”tanya Karen.
“Ya..Atau kalian ingin berduaan..”goda CJ sambil tersenyum kecil.
“Nggak!!Siapa yang mau sama dia!”jawab Clarice cepat dan menghilang di balik pintu.Karen berlari mengejar Clarice meninggalkan anak lainnya.
“Dia kenapa sih?Kau apain dia Fern?”tanya CJ berusaha mengorek informasi.
“Nggak,kok..Udah ayo..”jawab Fern yang ikut menghilang diikuti Marco dan CJ yang tak mampu berkata apa-apa.

“Jadi,kalian nurturer yang baru?Perkenalkan aku Daniel.Aku yang akan menjadi guru combat kalian..Perkenalkan diri kalian..”perintah Daniel.
“Aku Clarice..”jawab Clarice mantap.
“Aku Karen”
“Charlie Jeremiah,semuanya memanggilku CJ...”
“Aku Marco”
“Aku Fern..”
“Baiklah,untuk menjadi nurturer hebat kau harus bisa menguasai fragments mu dengan baik.Kapten Cedric  dengan fragment tanahnya bisa jadi contoh yang bagus.Dia penguasa fragment terbaik di sekolah ini setelah Kirie tentunya.”terang Daniel
“Mereka memang mengeluarkan aura orang hebat..”celetuk CJ
“Sudah cukup basa-basinya anak-anak...Kalian sudah tahu unsur kalian masing-masing kan?Aku akan mngukur level kalian sekarang..”
“Bagaimana caranya?”tanya CJ nggak sabar.
“Kau sudah nggak sabar,ya,CJ.Kalau begitu kau yang pertama.Ayo maju lawan aku..”perintah Daniel sambil membuat sebuah penghalang disambut wajah terkejut ke-5 anak itu.Dengan perasaan tegang,CJ berjalan mendekati Daniel.
“Santai saja CJ,aku tidak akan menyakitimu..Kecuali saat-saat terdesak tentunya”Daniel berkata sambil sedikit bercanda.
“Bagaimana caranya?”tanya CJ kebingungan.
“Gunakan nalurimu!”teriak Daniel sambil mengeluarkan percikan api di sekitarnya.
Dia juga elemen petir..”pikir CJ cepat.

Sambil sedikit berputar-putar untuk menghindar dan mencari cara mengeluarkan petirnya.
“Ayo,CJ!!Masa kerjaanmu menghindar aja!!”sorak Marco dan Fern di luar penghalang.
“Hei,jangan mengganggu!!”teriak CJ yang diikuti keluarnya sambaran petir yang mengagetkan Daniel.
“Jadi fragment mu juga petir.Kalau begitu cepat keluarkan yang lainnya.Kalau tidak kau akan kuberi level terendah..”ejek Daniel sambil mengarahkan panah-panah petirnya ke arah CJ yang membuat CJ terjatuh ke lantai.Selama beberapa saat suasana di liputi keheningan.Marco,Fern,Karen dan Clarice mulai khawatir melihat kondisi temannya.Daniel pun berhenti menyerang dan mulai mencoba memeriksa keadaan CJ tanpa menghilangkan konsentrasinya.
God Thunder “seru CJ tiba-tiba yang memunculkan pilar petir raksasa yang menyerang Daniel.Kalau saja ia tidak segera membuat penghalang sudah dapat di pastikan apa yang akan terjadi.
“Sudah cukup!!”teriak Daniel.
“Nggak!!”Geram CJ.Dia benar-benar marah kali ini.Ia mengeluarkan banyak panah petir yang mengarah ke Daniel.Namun,dengan cepat Daniel memegang tangan CJ dan membuatnya kehilangan energi.
“Nak,simpan energi mu..Kau cukup baik.Kekuatan mu besar sayangnya tak ada pengontrolan.Kau bisa menyerang teman mu sendiri kalau kau nggak segera menguasainya..”jelas Daniel.
“Y..Ya..Ku..rasa,ju..ga begitu..”jawab Cj setelah agak sediki tenang walau nada kesal masih terasa di perkatannya.
“Kau akan segera mendapat energi mu sebentar lagi.Duduklah disana.”
“Ter..imakasih..”balas CJ yang berjalan sambil di tahan Marco.
“Kalau begitu berikutnya,kau!Clarice,maju!”perintah Daniel sambil kembali memasang penghalangnya.
Sama seperti CJ,beberapa menit pertama Clarice masih bingung bagaimana cara penggunaan kekuatannya dalam pertarungan.Namun dengan cepat ia berhasil membuat sebuah pedang dari api.
Flame Slash “seru Clarice melontarkan kata-kata yang muncul di benaknya. Serangan itu berhasil membuat Daniel terkejut.Ia tak menyangka anak yang bahkan baru mengenal fragments bisa mengeluarkan serangan level 3.Suasana semakin sengit,keduanya saling mengeluarkan kekuatan masing-masing. Bahkan semakin lama serangan Clarice semakin membahayakan kondisi Daniel yang memaksanya mengeluarkan serangan andalannya.Bola petir raksasa muncul tepat di atas penghalang.Clarice yang melihatnya tak sedikit pun merasa takut.Ia kembali menyerang Daniel,namun entah kenapa serangannya tak ada yang mempan bahkan malah Clarice yang terluka.Dengan serangan beribu-ribu panah petir mendesak Clarice yang akhirnya membuatnya keluar dari penghalang itu.
“Kau hebat nak..”puji Daniel sambil menolong Clarice berdiri.
“Terimakasih..”balas Clarice dengan senyum bangganya.
“Kalau begitu Karen,kau berikutnya..”panggil Daniel menunjuk Karen
“Ba..baik..”

Beberapa kali Karen berusaha mengeluarkan elemennya.
Tapi gagal.
Di akhir ia berhasil menepis serangan Daniel dengan sebuah penghalang yang sayang nya dapat di hancurkan dengan mudah oleh Daniel.Serangan terakhir membuat Karen terhempas keluar.
“Kau tak apa?”tanya Daniel pada Karen
”Kau kurang bisa di bagian ini.Tapi tenang saja,mungkin akan lebih beruntung di bagian alchemy..” Daniel berusaha menghibur Karen melihat ekspresi Karen yang mulai mendung.
“Ya..”jawab Karen.Suaranya serak seperti mau menangis.
“Tenang saja.Kau memang nggak cocok dengan kekerasan,Karen.”hibur Clarice
“Terimakasih..”Karen berusaha tersenyum.
“Ya,kamu memang nggak cocok Karen.Tapiii,Clarice cocok banget sama kekerasan”celetuk Fern dari belakang Clarice.
“Hei!”teriak Clarice marah.
“Apa?”balas Fern.
“Kita masih dalam masa pengukuran level,loh..”goda CJ yang diikuti suara berdehem lain dari Marco dan Karen bahkan Daniel pun ikut-ikutan tertawa melihat hal itu.
“He,Hei!!”seru Clarice marah.
“Fern,kelihatannya kamu santai sekali ya..Ayo kita lihat kemampuan mu..”
“Baik..”jawab Fern cepat.
Pertarungan berlangsung sengit.Tak di sangka Fern mampu menguasai fragments nya dengan baik.Trik-trik nya berhasil mengelabui Daniel selama beberapa kali.
“Kau cerdik,nak.”puji Daniel di tengah-tengah pertarungan.
”Kau sering memakai fragments mu?”
“Nggak juga sih..Hanya untuk main-main saja.”jawab Fern.
“Pamer...”cerocos Clarice mengomentari jawaban Fern
Beberapa kali Daniel hampir terlempar ke luar penghalang akibat serangan angin Fern namun nasib Fern tak jauh berbeda dengan Clarice,ia terlempar keluar penghalang dengan serangan petir Daniel.
“Kalian bisa jadi partner yang bagus..”simpul Daniel.Namun Clarice menanggapi dingin perkataan Daniel.
“OK,yang terakhir berarti kau Marco.Ayo..”tunjuk Daniel.
Marco segera masuk ke penghalang.Walau fragments nya sama-sama api,Marco tak sehebat Clarice dalam menggunakan fragments nya.Ia mampu bertahan lebih lama jika di banding dengan Karen,beberapa kali ia mencoba menembakkan bola api ke arah Daniel tapi kebanyakan gagal dan akhirnya malah membuka celah untuk Daniel melemparnya keluar penghalang.
“Marco,mungkin bukan di sini bakatmu.Semoga lebih beruntung di alchemy”kata Daniel ramah.
“Nggak apa.Aku juga gitu,kok..”hibur Karen.
“Makasih,Ren..”jawab Marco tersenyum.
“Hei,kalian mau ditinggal ya..Kita udah mau ke ruang pengujian alchemy nih...”celetuk CJ yang membuat Karen dan Marco sontak berlari mengejar teman-temannya yang berjalan ke ruang Alchemy.

“Alchemy itu apa sih?”tanya CJ tiba-tiba karena kebosanan menunggu penguji mereka yang tidak kunjung muncul.
“Kalau nggak salah sejenis ilmu yang mempelajari cara membuat barang baru dari bahan-bahan lain yang lebih mudah di temukan..”jawab Karen.
“Tepat sekali..”terdengar suara yang membuat kelima anak itu tersentak kaget.
“Maaf mengagetkan kalian.Aku Emy,mengajar Alchemy.”kata Emy memperkenalkan dirinya.
“Ka..Kau guru?”ujar Clarice ceplas-ceplos.Memang yang terlihat di depan mereka hanya seorang anak perempuan berumur kira-kira 12-14 tahun.
“Ya,memangnya kenapa?”jawab Emy sedikit tersinggung.
“Hei,Clare,kau sudah menyinggung dia tuh..”bisik Karen cepat.
“Ya,aduh dasar mulut..”balas Clarice.
Tanpa memperhatikan Clarice dan yang lainnya Emy berjalan menuju ke salah satu bagian ruangannya
“Masukkan tangan kalian bergantian ke kolam ini..”ujar Emy keras yang mengagetkan Clarice dan Karen.
Satu persatu,mereka menuju ke kolam yang tampak aneh itu.Karen yang penasaran memberanikan diri memasukkan tangannya ke kolam itu.Muncul cahaya pelangi berkilauan.Sesaat kemudian tangan Karen telah menggenggam sebuah batu berwarna coklat keemasan.
“Itu batu mapleleaves.”kata Emy,
”memperkuat fragment earth.Kekhususannya di sihir pertahanan dan jarak jauh.Bagus sekali..”lanjutnya sambil memberikan tatapan menghina ke arah Clarice.
Clarice semakin kesal melihatnya.
Dengan mantap ia bergerak menuju ke kolam dan menyuruh CJ duduk,   –sebenarnya ia ingin maju terlebih dahulu

Selama beberapa saat ia melihat kolam itu.
Jernih.
Tak ada tanda-tanda kalau ada batu di dalamnya.Hanya ada pantulan dirinya di kolam itu.Benar-benar bening seperti kaca.
Keren,pikir Clarice.
Ia memasukkan tangannya dengan pelan.Namun, tak ada cahaya yang muncul.Ia sudah dapat merasakan tatapan menghina Emy di belakang nya.Sampai tiba-tiba muncul cahaya terang.Merah kekuningan,seperti warna matahari tenggelam.Tangan Clarice mulai merasakan sesuatu.Setelah cahaya itu hilang sepenuhnya,ia mendapati sebongkah batu berwarna merah keemas an,mirip seperti warna cahaya sebelumnya.
Beberapa saat semuanya diam terpana.Emy baru pertama kali melihat reaksi sekuat itu.
”Anak ini,sebenarnya apa fragments nya.”
“Hhm,hm..”dehem Clarice berusaha mengembalikan suasana.
“Maaf.Hm..,itu batu crimsonshine.Memperkuat fragments fire. Memperkuat sihir serangann jarak dekat maupun jauh dan cocok untuk MU!” terang Emy cepat tanpa sekilas pun menatap Clarice.
FireDance”ujar Clarice pelan ke arah kursi yang akan di duduki Emy.Emy pun terjatuh tepat di atas abu kursi kayunya.Dengan marah ia menatap Clarice namun semenit kemudian ia sudah menganggap seperti tak ada yang terjadi.
“Kalian anak laki-laki kenapa malah nggak ada yang maju!Kau maju!”paksa Emy
Lagi-lagi CJ yang ingin maju kehilangan kesempatannya.

Marco memasukkan tangannya.
Cahaya keemasan menyeliputinya.Ia mendapat batu firelily.Cocok untuk Fragments fire tipe pertahanan dan sihir.
“Bagus,sihir pertahanan memang lebih baik di banding sihir penyerang..”sindir Emy.Clarice semakin yakin kalau ia nggak bakalan menyukai guru Alchemy nya.

Setelah Marco duduk,CJ segera bangkit berdiri dan berlari ke kolam itu.Keindahan kolam itu bagai menyihirnya,baginya ini kolam terindah dalam hidupnya.Dengan segera ia memasukkan tangannya.Muncul cahaya biru keunguan.Tangan CJ segera mengeluarkan batu yang di dapatnya.Cj mendapat batu ThunderDiamond.
Batu untuk fragment thunder.Memperkuat serangan jarak jauh dan area.
”Lagi-lagi sihir serangan.Dasar combat!”sindir Emy.
CJ panas mendengarnya,namun mengingat apa yang telah dilakukannya.
Ia menahannya.

Yang terkhir Fern.
Dengan tenang ia berjalan ke arah kolam.Tangannya menyentuh kolam itu.Cahaya berwarna perak menyebar di sekitarnya.Muncul batu berwarna perak.Menurut Emy,itu batu yang istimewa.Batu SpiralWind, cocok untuk Fragmnets wind dan memperkuat sihir pertahanan sekaligus serangan area.Ia mendapat beberapa pujian dari Emy yang tentu saja di sambut muka cemberut Clarice.Dengan bangga Fern kembali ke tempat duduknya.
“Kalian sudah mendapat amplifier stone kalian masing-masing.Batu-batu itu dapat berubah bentuk sesuai dengan penggunaannya dan apa yang kalian lakukan.Semakin batu itu naik level,benuknya akan semakin indah dan kekuatannya akan semakin kuat.Ini contohnya,batu rainbowRose ku..”kata Emy sambil menunjukkan gelangnya.
“Ini dari batu bulat ini?”tanya Clarice tidak percaya.
“Ya,di level 5,amplifier stone akan berubah bentuk sesuai keinginan kita.Awal nya,ini hanya berwarna putih,tapi lama kelamaan ketujuh warna pelanginya tampak.Batu kalian bisa berubah bentuk,warna maupun ukuran.”terang Emy.
“Keren..”komentar CJ.
“Kurasa kalian sudah siap untuk tesnya.Buatlah ramuan elixir ini.”kata Emy sambil memeberikan sejumlah bahan dan menunjukkan elixir buatannya.
Karen merasa kan sebuah sensasi aneh saat menyentuh semua alat alchemy.Sperti perasaan,’aku memang terlahir buat ini’.Ia dapat mendeteksi dengan sempurna cairan-cairan di elixir itu dan membuatnya tanpa halangan. Emy memeriksa nya dan hasilnya sempurna.
“Wow,tak ada yang pernah sesempurna ini.Kau memang berbakat Karen..”puji Emy habis-habisan.
Marco dan Fern pun berhasil membuatnya walau tak sesempurna buatan Karen.Sedangkan Clarice dan CJ,memang elixir buatan mereka jadi tapi takarannya kacau balau.
“Dasar Combat..”sindir Emy lagi setelah melihat hasil karya Clarice dan CJ.
Kali ini Clarice dan CJ sudah tak mampu menahan emosi.Keduanya sama-sama mengarahkan kekuatan mereka.Clarice kembali menghanguskan kursi yang di duduki Emy sedang CJ menghancurkan meja kerja nya.Tawa kelimanya meledak melihat Emy yang terjatuh dan kaget melihat apa yang terjadi dengan semua ramuan di meja kerjanya.
“Kalian!!Apa mau kalian!!Kalian pikir ini cuma main-main!?Kalian bisa terbunuh kalau menganggap pertarungan fragments sebagai mainan anak kecil..”teriak Emy.
“Aku bahkan tak yakin kalian bisa selamat di misi pertama kalian!!Keluar!Jangan ganggu aku!”tambahnya sambil mengangkat kelima anak itu dengan telekinetiknya keluar dan membanting pintu sekeras-kerasnya.
Walau itu cuma perkataan di mulut karena kekesalan Emy,entah kenapa sebersit kekhawatiran muncul di benak Clarice.Kata-kata Emy terus terngiang di kepalanya.
Kalian bisa terbunuh....”

No comments:

Post a Comment