Tuesday, July 23, 2013

Fragment #3



3

Suasana terasa hening sejak mereka keluar dari ruang Alchemy.Orang-orang yang sedari tadi berjalan hilir mudik seperti hilang di telan bumi.Karen mulai ketakutan sementara Clarice,Marco,Fern dan CJ tahu ada yang aneh.
“Ada apa Clare?”tanya Karen dari balik baju Clarice.
“Keluarkan amplifier stone mu!Ada yang nggak beres”jawab Clarice sambil terus meningkatkan kewaspadaannya.
Tepat seperti dugaan Clarice,muncul monster-monster hitam kelam menyerang mereka.Clarice yang sudah bersiap dari tadi menyerang mereka satu persatu.Serangan panah apinya melenyapkan sebagian monster-monster itu.Marco dan Karen menggunakan kekuatan mereka bersamaan yang menghasilkan serangan kombinasi “MeteorCrush”.
Serangan itu menghancurkan sisa monster lainnya.
“Hei,hebat juga kalian..”puji CJ sambil tertawa keras.
“Nggak juga,kok..”jawab Marco.

Tiba-tiba muncul monster hitam itu lagi namun kali ini ukurannya lebih besar,kelima anak itu melihatnya dengan takjub.
“Wow..Ini baru namanya monster..Marc,keluarkan meteormu lagi..”seru CJ sambil terus mencoba memperkirakan tinggi monster itu.
“Sorry,Charlie..Cuma bisa di pakai sekali.”jawab Marco sedikit tersenyum.

Monster itu mengejar ke lima anak itu.Seberapa jauh pun mereka berlari monster itu tetap mengejarnya.Clarice mulai kesal.
Ia berhenti.
Teman-temannya terkejut melihat tindakannya.
“Clare kau mau apa??Ayo lari!!”teriak Karen panik.
“Kalian saja.Aku sudah nggak mau lari lagi!”balas Clarice sambil menyiapkan kuda-kudanya.
Monster itu semakin mendekat.Tak ada satupun serangan Clarice yang melukai monster itu,seperti ada penghalang kuat yang melindunginya.Monster itu terus bergerak maju.Clarice semakin terdesak. Pikirannya kacau.Semuannya terasa lebih gelap.Tiba-tiba ia merasakan kehangatan menyelimutinya.
Kekuatannya meluap.
SunBlaze”teriakknya

Monster itu terlempar.Tangan kanannya meleleh.Ia meraung dan mengeluarkan suara mengerikan.Dengan cepat ia berlari dan mendekati Clarice.Hampir saja Clarice terinjak.Tiba-tiba muncul penghalang batu yang menahan serangan monster itu diikuti munculnya angin tornado kencang dan panah-panah petir yang membuat monster itu mundur.Kesadaran Clarice semakin menghilang.Entah kenapa ia merasa aman dan nyaman dalam kehangatan yang tiba-tiba menyelubunginya.
“Clare kau nggak apa?”
“Clarice!!Hei,sadarlah!!”
“Clarice!!!”

Clarice tersentak bangun.
Ia melihat lingkaran api besar mengelilinginya.Karen menatapnya penuh cemas namun entah kenapa Karen mulai terkekeh kecil diikuti Marco dan CJ.
“Hei,kalian kenapa?”tanya Clarice bingung.
Karen memberikan sinyal tangan ke Clarice untuk melihat ke atas.Terperanjat dengan apa yang dilihatnya,ia berusaha menjauh.Namun Fern menahannya.
“He...hei..”ujar Clarice memerah.
“Istirahatlah,kau akan merasa baikan.Aliran energi mu belum normal.”kata Fern lembut.
Clarice terkejut.Ini pertama kalinya ia melihat Fern seperti ini.

Monster itu terus berusaha menerjang penghalang buatan Marco.Untungnya penghalang itu cukup kuat untuk menahannya.
“Clarice kamu sudah nggak apa?”tanya CJ.
“Ya.Oh,ya,CJ,kalau boleh tahu,siapa yang menghancurkan tangan kanan monster itu?”tanya Clarice polos
“Hei,jangan aneh-aneh,Clare.Itu kan kamu,habis ngomong SunBlaze muncul cahaya terang dan tangannya meleleh..”terang Karen cepat.
“Ma,masa??”tanya Clarice nggak percaya.
“Ya..”jawab CJ dan Karen berbarengan
“Teman-teman..,aku butuh sedikiit bantuan...”
“Akh,maaf Marc..Kenapa??”tanya CJ
“Aku sudah nggak kuat nahan penghalangnya,Charlie!!!!”teriak Marco
Clarice segera berdiri dan mempersiapkan kuda-kudanya kembali.Kini energinya benar-benar pulih.Ia sudah berharap untuk melelehkan monster itu seutuhnya walau ia masih nggak tahu apa yang ia lakukan sebelumnya.Tapi,entah kenapa ia tahu apa yang harus dilakukannya.Dengan cepat Clarice berjalan ke penghalang buatan Marco dan mencoba membukanya.
“Jangan..Jangan Clare..”tahan Fern
“Tapi,nggak ada cara lain.Nggak mungkin kan kita nyuruh Marco terus membuat penghalang seumu hidupnya??”bantah Clarice
“Nggak,aku nggak mau kamu terluka lagi.”
“Memang nya kita harus apa?”Clarice berusaha menenangkan dirinya.
“Aku pernah dengar sesuatu tentang golem.CJ,Karen,kemarilah,aku punya rencana..”

Marco bersiap di posisinya,begitu pula CJ dan Clarice.Segera setelah Fern mengeluarkan tanda,Marco melepas penghalangnya dan CJ berlari membuat petir untuk mengalihkan perhatian mosnter itu.Karen membuat pijakan tanah untuk Clarice.Fern membuat sebuah pusaran untuk mengangkat pijakan itu sehingga jaraknya hanya beberapa meter dari kepala monster itu.
“Clarice cepat serang matanya!!”teriak Fern
“OK!PhoenixArrow

Dengan satu serangan monster itu jatuh dan pecah berkeping-keping.Anak-anak bersorak kegirangan tak terkecuali Karen.Walau hanya sekejap kelengahan Karen membuat pijakan Clarice menjadi goyah.Dengan kecepatan penuh Clarice terjatuh ke bawah.Semuanya berteriak panik namun tak ada yang sempat membuat penahan.Clarice tak tahu harus melakukan apa.Apa ini akhir hidupnya.
Setelah beberapa menit anehnya Clarice tak merasa sakit malah ia kedinginan.Dengan pelan ia membuka matanya,melihat sekelilingnya.Ia selamat,muncul sebuah pijakan es yang Clarice ingat mirip seperti pijakan es buatan Kirie.
Ini aneh,Kirie tak ada di sini.Tapi kenapa?Jangan-jangan!!
“Cedric!!Kau disini kan?Perlihatkan dirimu!”teriak Clarice
Dalam sekejap bentuk ruangan berubah.Cahaya terang memenuhi ruangan membuat anak-anak itu tak dapat melihat apa-apa.Setelah beradaptasi dengan terangnya ruangan itu,Clarice melihat Cedrid,Kirie,Daniel bahkan Emy beserta beberapa orang dewasa lainnya melihat mereka.Cedric mendatangi mereka serta memberi ucapan selamat atas kelulusan masuk menjadi siswa di akademi Al-Grament.Suasana yang semenit lalu masih diliputi ketegangan kini telah mencair.
“Kalian benar-benar hebat mampu mengalahkan shadow creature itu.”ujar Cedric
Jadi itu sebutan mereka.pikir Clarice
“Terutama kau Clarice,”tambahnya”kau benar-benar bijak.Kau mampu berpikir walau keadaan sangat kacau.Kau pun memikirkan teman mu di atas segalanya.Kau lah yang akan menjadi kapten di kelompok mu.Nah,Kirie yang akan memimpin kalian ke HomeBase kalian.Aku permisi dulu..”kata Cedric sebelum menghilang dibalik pintu.
“Dia sibuk,ya...”komentar CJ
“Lewat sini..”kata Kirie dengan nada datarnya.

Anak-anak melewati beberapa lorong panjang.Awalnya Marco mencoba untuk menghaflakan jalan-jalan di akademi ini,namun setelah 15 menit berjalan ia menyerah,memang academy ini sangat luas.Saat mereka mengintip ke salah satu kelas,betapa terkejutnya mereka mendapati kelas yang cuma berisi 10 anak kecil yang hampir seumuran mereka.
“Ya,nurturer muda memang sulit di temukan..”kata Kirire menjawab pertanyaan di pikiran anak-anak.
“Dia punya sixth sense ya...”bisik CJ pelan.
“Ssh..Nanti ketahuan..”balas Clarice cepat
Setelah itu suasana diliputi keheningan.Tak ada yang berani berbicara.Sampai akhirnya mereka sampai di sebuah tangga yang tak mengarah kemana pun.
“Batu kalian?”kata Kirie tiba-tiba.
Satu persatu mereka memasukkan batu mereka ke mangkuk air di depan tangga seperti yang di perintahkan Kirie.Saat batu terakhir di celupkan tangga batu itu bergeser dan berubah menjadi sebuah tangga spiral.
“Kamar kalian di atas.Simpan batu kalian baik-baik.Itu kunci ke homebase kalian.”terang Kirie sebelum ia pergi.
“Hei,ini keren!!Ayo,yang terakhir payah!!!”CJ berlari yang diikuti Marco dan Fern.
“Dasar anak kecil..”komentar Clarice sebelum akhirnya ia dan Karen mengikuti jejak ke-3 temannya.

Ruangan di ujung tangga itu tampak indah dan bersih bahkan lebih luas dari bayangan ke-5 anak itu.Semuanya memilih tempat tidur masing-masing. Clarice memilih tempat tidur di dekat jendela,Karen mengmabil tempat tidur di sebelahnya,sementara CJ dan Marco memilih tempat tidur yang dekat dengan tangga spiral.Fern mengambil tempat tidur yang tersisa di samping tempat tidur Clarice.Melihatnya,Marco dan CJ mulai tertawa geli.
“Kenapa?!”Fern menatap Marco dan CJ penuh curiga.
“Nggak...Kami nggak dapat terimakasih nih...”seru CJ
“Terimakasih buat apa??”tanya Fern
“Buat....itu...”CJ emnunjuk tempat tidur Fern.Dengan cepat Fern berbalik ke arah CJ dan mengambil semua barang CJ lalu melemparnya ke arah tempat tidurnya.
“Puas!!Aku mau mandi!!!”teriak Fern keras sambil mengambil pakaiannya.
“Fern,arahnya ke sana.”kata Marco sambil emnunjuk arah yang berlawanan.
“Ya.A,aku tahu!!”seru Fern cepat sambil sedikit berlari.
Walau sekilas Clarice dapat melihat wajah Fern yang memerah.Ia baru tahu kalau Fern punya ekspresi seperti itu.


Sunday, July 21, 2013

Fragment #2



2

“Selamat datang di rumah baru kalian...”seru Cedric,
”Kalian akan mempelajari cara memakai fragments kalian.Mulai dari sini kalian akan mendapat pelajaran seperti sekolah kalian,tentunya pelajarannya berbeda.Masukklah ke pintu itu dan tunggu sampai Daniel datang.Dia akan menguji level fragment kalian..Semoga berhasil..”kata laki-laki itu sebelum menghilang di balik pintu.
“Level?”kata Marco sambil berjalan ke pintu yang di tunjuk Cedric diikuti Karen dan CJ.Namun,Clarice dan Fern tetap bertahan di tempatnya.
“Kalian kenapa?Nggak ke sini?”tanya Karen.
“Ya..Atau kalian ingin berduaan..”goda CJ sambil tersenyum kecil.
“Nggak!!Siapa yang mau sama dia!”jawab Clarice cepat dan menghilang di balik pintu.Karen berlari mengejar Clarice meninggalkan anak lainnya.
“Dia kenapa sih?Kau apain dia Fern?”tanya CJ berusaha mengorek informasi.
“Nggak,kok..Udah ayo..”jawab Fern yang ikut menghilang diikuti Marco dan CJ yang tak mampu berkata apa-apa.

“Jadi,kalian nurturer yang baru?Perkenalkan aku Daniel.Aku yang akan menjadi guru combat kalian..Perkenalkan diri kalian..”perintah Daniel.
“Aku Clarice..”jawab Clarice mantap.
“Aku Karen”
“Charlie Jeremiah,semuanya memanggilku CJ...”
“Aku Marco”
“Aku Fern..”
“Baiklah,untuk menjadi nurturer hebat kau harus bisa menguasai fragments mu dengan baik.Kapten Cedric  dengan fragment tanahnya bisa jadi contoh yang bagus.Dia penguasa fragment terbaik di sekolah ini setelah Kirie tentunya.”terang Daniel
“Mereka memang mengeluarkan aura orang hebat..”celetuk CJ
“Sudah cukup basa-basinya anak-anak...Kalian sudah tahu unsur kalian masing-masing kan?Aku akan mngukur level kalian sekarang..”
“Bagaimana caranya?”tanya CJ nggak sabar.
“Kau sudah nggak sabar,ya,CJ.Kalau begitu kau yang pertama.Ayo maju lawan aku..”perintah Daniel sambil membuat sebuah penghalang disambut wajah terkejut ke-5 anak itu.Dengan perasaan tegang,CJ berjalan mendekati Daniel.
“Santai saja CJ,aku tidak akan menyakitimu..Kecuali saat-saat terdesak tentunya”Daniel berkata sambil sedikit bercanda.
“Bagaimana caranya?”tanya CJ kebingungan.
“Gunakan nalurimu!”teriak Daniel sambil mengeluarkan percikan api di sekitarnya.
Dia juga elemen petir..”pikir CJ cepat.

Sambil sedikit berputar-putar untuk menghindar dan mencari cara mengeluarkan petirnya.
“Ayo,CJ!!Masa kerjaanmu menghindar aja!!”sorak Marco dan Fern di luar penghalang.
“Hei,jangan mengganggu!!”teriak CJ yang diikuti keluarnya sambaran petir yang mengagetkan Daniel.
“Jadi fragment mu juga petir.Kalau begitu cepat keluarkan yang lainnya.Kalau tidak kau akan kuberi level terendah..”ejek Daniel sambil mengarahkan panah-panah petirnya ke arah CJ yang membuat CJ terjatuh ke lantai.Selama beberapa saat suasana di liputi keheningan.Marco,Fern,Karen dan Clarice mulai khawatir melihat kondisi temannya.Daniel pun berhenti menyerang dan mulai mencoba memeriksa keadaan CJ tanpa menghilangkan konsentrasinya.
God Thunder “seru CJ tiba-tiba yang memunculkan pilar petir raksasa yang menyerang Daniel.Kalau saja ia tidak segera membuat penghalang sudah dapat di pastikan apa yang akan terjadi.
“Sudah cukup!!”teriak Daniel.
“Nggak!!”Geram CJ.Dia benar-benar marah kali ini.Ia mengeluarkan banyak panah petir yang mengarah ke Daniel.Namun,dengan cepat Daniel memegang tangan CJ dan membuatnya kehilangan energi.
“Nak,simpan energi mu..Kau cukup baik.Kekuatan mu besar sayangnya tak ada pengontrolan.Kau bisa menyerang teman mu sendiri kalau kau nggak segera menguasainya..”jelas Daniel.
“Y..Ya..Ku..rasa,ju..ga begitu..”jawab Cj setelah agak sediki tenang walau nada kesal masih terasa di perkatannya.
“Kau akan segera mendapat energi mu sebentar lagi.Duduklah disana.”
“Ter..imakasih..”balas CJ yang berjalan sambil di tahan Marco.
“Kalau begitu berikutnya,kau!Clarice,maju!”perintah Daniel sambil kembali memasang penghalangnya.
Sama seperti CJ,beberapa menit pertama Clarice masih bingung bagaimana cara penggunaan kekuatannya dalam pertarungan.Namun dengan cepat ia berhasil membuat sebuah pedang dari api.
Flame Slash “seru Clarice melontarkan kata-kata yang muncul di benaknya. Serangan itu berhasil membuat Daniel terkejut.Ia tak menyangka anak yang bahkan baru mengenal fragments bisa mengeluarkan serangan level 3.Suasana semakin sengit,keduanya saling mengeluarkan kekuatan masing-masing. Bahkan semakin lama serangan Clarice semakin membahayakan kondisi Daniel yang memaksanya mengeluarkan serangan andalannya.Bola petir raksasa muncul tepat di atas penghalang.Clarice yang melihatnya tak sedikit pun merasa takut.Ia kembali menyerang Daniel,namun entah kenapa serangannya tak ada yang mempan bahkan malah Clarice yang terluka.Dengan serangan beribu-ribu panah petir mendesak Clarice yang akhirnya membuatnya keluar dari penghalang itu.
“Kau hebat nak..”puji Daniel sambil menolong Clarice berdiri.
“Terimakasih..”balas Clarice dengan senyum bangganya.
“Kalau begitu Karen,kau berikutnya..”panggil Daniel menunjuk Karen
“Ba..baik..”

Beberapa kali Karen berusaha mengeluarkan elemennya.
Tapi gagal.
Di akhir ia berhasil menepis serangan Daniel dengan sebuah penghalang yang sayang nya dapat di hancurkan dengan mudah oleh Daniel.Serangan terakhir membuat Karen terhempas keluar.
“Kau tak apa?”tanya Daniel pada Karen
”Kau kurang bisa di bagian ini.Tapi tenang saja,mungkin akan lebih beruntung di bagian alchemy..” Daniel berusaha menghibur Karen melihat ekspresi Karen yang mulai mendung.
“Ya..”jawab Karen.Suaranya serak seperti mau menangis.
“Tenang saja.Kau memang nggak cocok dengan kekerasan,Karen.”hibur Clarice
“Terimakasih..”Karen berusaha tersenyum.
“Ya,kamu memang nggak cocok Karen.Tapiii,Clarice cocok banget sama kekerasan”celetuk Fern dari belakang Clarice.
“Hei!”teriak Clarice marah.
“Apa?”balas Fern.
“Kita masih dalam masa pengukuran level,loh..”goda CJ yang diikuti suara berdehem lain dari Marco dan Karen bahkan Daniel pun ikut-ikutan tertawa melihat hal itu.
“He,Hei!!”seru Clarice marah.
“Fern,kelihatannya kamu santai sekali ya..Ayo kita lihat kemampuan mu..”
“Baik..”jawab Fern cepat.
Pertarungan berlangsung sengit.Tak di sangka Fern mampu menguasai fragments nya dengan baik.Trik-trik nya berhasil mengelabui Daniel selama beberapa kali.
“Kau cerdik,nak.”puji Daniel di tengah-tengah pertarungan.
”Kau sering memakai fragments mu?”
“Nggak juga sih..Hanya untuk main-main saja.”jawab Fern.
“Pamer...”cerocos Clarice mengomentari jawaban Fern
Beberapa kali Daniel hampir terlempar ke luar penghalang akibat serangan angin Fern namun nasib Fern tak jauh berbeda dengan Clarice,ia terlempar keluar penghalang dengan serangan petir Daniel.
“Kalian bisa jadi partner yang bagus..”simpul Daniel.Namun Clarice menanggapi dingin perkataan Daniel.
“OK,yang terakhir berarti kau Marco.Ayo..”tunjuk Daniel.
Marco segera masuk ke penghalang.Walau fragments nya sama-sama api,Marco tak sehebat Clarice dalam menggunakan fragments nya.Ia mampu bertahan lebih lama jika di banding dengan Karen,beberapa kali ia mencoba menembakkan bola api ke arah Daniel tapi kebanyakan gagal dan akhirnya malah membuka celah untuk Daniel melemparnya keluar penghalang.
“Marco,mungkin bukan di sini bakatmu.Semoga lebih beruntung di alchemy”kata Daniel ramah.
“Nggak apa.Aku juga gitu,kok..”hibur Karen.
“Makasih,Ren..”jawab Marco tersenyum.
“Hei,kalian mau ditinggal ya..Kita udah mau ke ruang pengujian alchemy nih...”celetuk CJ yang membuat Karen dan Marco sontak berlari mengejar teman-temannya yang berjalan ke ruang Alchemy.

“Alchemy itu apa sih?”tanya CJ tiba-tiba karena kebosanan menunggu penguji mereka yang tidak kunjung muncul.
“Kalau nggak salah sejenis ilmu yang mempelajari cara membuat barang baru dari bahan-bahan lain yang lebih mudah di temukan..”jawab Karen.
“Tepat sekali..”terdengar suara yang membuat kelima anak itu tersentak kaget.
“Maaf mengagetkan kalian.Aku Emy,mengajar Alchemy.”kata Emy memperkenalkan dirinya.
“Ka..Kau guru?”ujar Clarice ceplas-ceplos.Memang yang terlihat di depan mereka hanya seorang anak perempuan berumur kira-kira 12-14 tahun.
“Ya,memangnya kenapa?”jawab Emy sedikit tersinggung.
“Hei,Clare,kau sudah menyinggung dia tuh..”bisik Karen cepat.
“Ya,aduh dasar mulut..”balas Clarice.
Tanpa memperhatikan Clarice dan yang lainnya Emy berjalan menuju ke salah satu bagian ruangannya
“Masukkan tangan kalian bergantian ke kolam ini..”ujar Emy keras yang mengagetkan Clarice dan Karen.
Satu persatu,mereka menuju ke kolam yang tampak aneh itu.Karen yang penasaran memberanikan diri memasukkan tangannya ke kolam itu.Muncul cahaya pelangi berkilauan.Sesaat kemudian tangan Karen telah menggenggam sebuah batu berwarna coklat keemasan.
“Itu batu mapleleaves.”kata Emy,
”memperkuat fragment earth.Kekhususannya di sihir pertahanan dan jarak jauh.Bagus sekali..”lanjutnya sambil memberikan tatapan menghina ke arah Clarice.
Clarice semakin kesal melihatnya.
Dengan mantap ia bergerak menuju ke kolam dan menyuruh CJ duduk,   –sebenarnya ia ingin maju terlebih dahulu

Selama beberapa saat ia melihat kolam itu.
Jernih.
Tak ada tanda-tanda kalau ada batu di dalamnya.Hanya ada pantulan dirinya di kolam itu.Benar-benar bening seperti kaca.
Keren,pikir Clarice.
Ia memasukkan tangannya dengan pelan.Namun, tak ada cahaya yang muncul.Ia sudah dapat merasakan tatapan menghina Emy di belakang nya.Sampai tiba-tiba muncul cahaya terang.Merah kekuningan,seperti warna matahari tenggelam.Tangan Clarice mulai merasakan sesuatu.Setelah cahaya itu hilang sepenuhnya,ia mendapati sebongkah batu berwarna merah keemas an,mirip seperti warna cahaya sebelumnya.
Beberapa saat semuanya diam terpana.Emy baru pertama kali melihat reaksi sekuat itu.
”Anak ini,sebenarnya apa fragments nya.”
“Hhm,hm..”dehem Clarice berusaha mengembalikan suasana.
“Maaf.Hm..,itu batu crimsonshine.Memperkuat fragments fire. Memperkuat sihir serangann jarak dekat maupun jauh dan cocok untuk MU!” terang Emy cepat tanpa sekilas pun menatap Clarice.
FireDance”ujar Clarice pelan ke arah kursi yang akan di duduki Emy.Emy pun terjatuh tepat di atas abu kursi kayunya.Dengan marah ia menatap Clarice namun semenit kemudian ia sudah menganggap seperti tak ada yang terjadi.
“Kalian anak laki-laki kenapa malah nggak ada yang maju!Kau maju!”paksa Emy
Lagi-lagi CJ yang ingin maju kehilangan kesempatannya.

Marco memasukkan tangannya.
Cahaya keemasan menyeliputinya.Ia mendapat batu firelily.Cocok untuk Fragments fire tipe pertahanan dan sihir.
“Bagus,sihir pertahanan memang lebih baik di banding sihir penyerang..”sindir Emy.Clarice semakin yakin kalau ia nggak bakalan menyukai guru Alchemy nya.

Setelah Marco duduk,CJ segera bangkit berdiri dan berlari ke kolam itu.Keindahan kolam itu bagai menyihirnya,baginya ini kolam terindah dalam hidupnya.Dengan segera ia memasukkan tangannya.Muncul cahaya biru keunguan.Tangan CJ segera mengeluarkan batu yang di dapatnya.Cj mendapat batu ThunderDiamond.
Batu untuk fragment thunder.Memperkuat serangan jarak jauh dan area.
”Lagi-lagi sihir serangan.Dasar combat!”sindir Emy.
CJ panas mendengarnya,namun mengingat apa yang telah dilakukannya.
Ia menahannya.

Yang terkhir Fern.
Dengan tenang ia berjalan ke arah kolam.Tangannya menyentuh kolam itu.Cahaya berwarna perak menyebar di sekitarnya.Muncul batu berwarna perak.Menurut Emy,itu batu yang istimewa.Batu SpiralWind, cocok untuk Fragmnets wind dan memperkuat sihir pertahanan sekaligus serangan area.Ia mendapat beberapa pujian dari Emy yang tentu saja di sambut muka cemberut Clarice.Dengan bangga Fern kembali ke tempat duduknya.
“Kalian sudah mendapat amplifier stone kalian masing-masing.Batu-batu itu dapat berubah bentuk sesuai dengan penggunaannya dan apa yang kalian lakukan.Semakin batu itu naik level,benuknya akan semakin indah dan kekuatannya akan semakin kuat.Ini contohnya,batu rainbowRose ku..”kata Emy sambil menunjukkan gelangnya.
“Ini dari batu bulat ini?”tanya Clarice tidak percaya.
“Ya,di level 5,amplifier stone akan berubah bentuk sesuai keinginan kita.Awal nya,ini hanya berwarna putih,tapi lama kelamaan ketujuh warna pelanginya tampak.Batu kalian bisa berubah bentuk,warna maupun ukuran.”terang Emy.
“Keren..”komentar CJ.
“Kurasa kalian sudah siap untuk tesnya.Buatlah ramuan elixir ini.”kata Emy sambil memeberikan sejumlah bahan dan menunjukkan elixir buatannya.
Karen merasa kan sebuah sensasi aneh saat menyentuh semua alat alchemy.Sperti perasaan,’aku memang terlahir buat ini’.Ia dapat mendeteksi dengan sempurna cairan-cairan di elixir itu dan membuatnya tanpa halangan. Emy memeriksa nya dan hasilnya sempurna.
“Wow,tak ada yang pernah sesempurna ini.Kau memang berbakat Karen..”puji Emy habis-habisan.
Marco dan Fern pun berhasil membuatnya walau tak sesempurna buatan Karen.Sedangkan Clarice dan CJ,memang elixir buatan mereka jadi tapi takarannya kacau balau.
“Dasar Combat..”sindir Emy lagi setelah melihat hasil karya Clarice dan CJ.
Kali ini Clarice dan CJ sudah tak mampu menahan emosi.Keduanya sama-sama mengarahkan kekuatan mereka.Clarice kembali menghanguskan kursi yang di duduki Emy sedang CJ menghancurkan meja kerja nya.Tawa kelimanya meledak melihat Emy yang terjatuh dan kaget melihat apa yang terjadi dengan semua ramuan di meja kerjanya.
“Kalian!!Apa mau kalian!!Kalian pikir ini cuma main-main!?Kalian bisa terbunuh kalau menganggap pertarungan fragments sebagai mainan anak kecil..”teriak Emy.
“Aku bahkan tak yakin kalian bisa selamat di misi pertama kalian!!Keluar!Jangan ganggu aku!”tambahnya sambil mengangkat kelima anak itu dengan telekinetiknya keluar dan membanting pintu sekeras-kerasnya.
Walau itu cuma perkataan di mulut karena kekesalan Emy,entah kenapa sebersit kekhawatiran muncul di benak Clarice.Kata-kata Emy terus terngiang di kepalanya.
Kalian bisa terbunuh....”

Fragment #1



1

Sejak kecil,Clarice selalu sendiri.Tak pernah ada yang mau mengurusinya karena keanehan-keanehan yang akan muncul kalau berada terlalu lama bersama nya,ada saja barang-barang yang terbakar atau meleleh begitu saja setiap Clarice merasa kesal.Setiap saat,ia harus berpindah dari rumah kerabat nya ke kerabat lainnya.Akhirnya di kerabat terakhirnya,Clarice sudah merasa muak.Setelah mengemas buku-buku kuno peninggalan kaket buyutnya yang diturunkan pada nya setelah orang tuanya meninggal dan gelang peraknya yang tak bisa dilepas dari tangan kanan nya,ia kabur.

Beberapa jam berjalan,membuat Clarice merasa lelah.Apalagi,sebelum kabur ia terlalu muak untuk mengisi perutnya karena harus berhadapan dengan tantenya yang sudah pasti menyiap jutaan omelan.Bukannya kenyang karena makanan,Clarice malah kenyang mendengar ocehan tantenya itu.Selain merasa lapar,kerongkongannya pun mulai kekeringan.Tak kuat berjalan lagi,ia berhenti di sebuah rumah yang dilihatnya cukup tua dan terlihat tak berpenghuni.Dengan langkah gontai,ia memasuki rumah itu.Melihat hari yang mulai gelap,ia memutuskan untuk menginap di rumah itu.

Hujan yang tiba-tiba turun,membuat suasana rumah tua itu semakin muram, untungnya Clarice menemukan beberapa makanan kering di lemari dapur.Tak segan-segan ia segera menghabiskan beberapa potong roti yang ternyata masih layak di makan.Tiba-tiba keheningan rumah itu terpecah,suara pintu terbuka memenuhi rumah.Langkah kaki beberapa orang dapat terdengar dari dapur yang letaknya cukup jauh dari pintu depan . Clarice dengan hati -hati melangkah ke pintu depan untuk melihat siapa yang datang.
Setelah cukup dekat,Clarice dapat melihat 4 orang anak yang dipimpin permpuan paru baya dan laki-laki yang kelihatan cukup tua,yang membuat Clarice teringat dengan kakek buyutnya.
“Seperti nya ada yang datang”kata permpuan itu
“Ya,pintu depan terbuka,padahal hanya orang yang punya fragments saja yang bisa melihat rumah ini..”jawab laki-laki di sampingnya.

Anak-anak di belakangnya tampak kurang nyaman dengan suasana itu. Wajah mereka memancarkan rasa takut dan khawatir yang mendalam.
Apa ini penculikkan?!”pikir Clarice yang membuatnya tak tahan untuk bergerak,emosinya memuncak.Entah beberapa hari ini ia tak tahan melihat orang lain bertimndak semena-mena apa lagi ke anak-anak kecil seumurannya.
Dengan emosi yang tak terkendali,beberapa benda logam di sekitar Clarice mulai meleleh dan beberapa kayu rumah itu mulai hangus.Clarice yang menyadari nya berusaha menahannya , namun terlambat.
“Siapa disana?”ujar perempuan itu sambil memadamkan api-api yang dibuat Clarice dengan es yang dimunculkannya entah dari mana.
“Nak,keluarlah...Kami tidak akan menyakitimu.Kami malah akan melindungimu”kata laki-laki itu.
“Clarice?Kau kah itu??”terdengar suara anak perempuan yang entah kenapa terasa familiar.
Dengan penasaran Clarice keluar dari persembunyiannya dan mendapati Karen,teman kecilnya,berada di sana.
“Karen?Kenapa kau di sini?”tanya Clarice sambil menjaga sedikit jarak dengan orang-orang dewasa yang terus mengawasi nya.
“Mereka akan menyelamatkan kita.Clarice,nyawa kita terancam.Ada beberapa orang yang berusaha menghentikan pengguna fragments seperti kita ini..”ujar Karen.Hanya sedikit kata-kata Karen yang dapat Clarice cerna.
“Nak Clarice,kau adalah nurturer sama seperti teman mu dan beberapa anak ini dan juga kami berdua.Kita bisa mengndalikan elemen sesuai frgments yang kita kuasai.”kata laki-laki itu.
”Apa itu frag..”.Pembicaraan kami terhenti saat terdengar sebuah ledakan yang keras di bagian halaman depan.
“Kapten Cedric,para destroyer sudah datang.Tak ada waktu lagi,kita haru segera kembali ke markas..”seru perempuan itu.
“Clarice,percayalah pada kami.Ikutlah kami,kekuatanmu dapat di pergunakan untuk hal penting lainnya,bukannya berhenti di sini untuk di hancurkan..”kata Cedric berusaha meyakinkan Clarice.
”Kirie,buka pintu nya..Clarice cepat putuskan..”lanjut Cedric,di wajahnya tersirat sebuah kekhawatiran.
Ia benar-benar mirip kakek.pikir Clarice
“Baik,aku ikut..”ucap Clarice sambil menggandeng tangan Karen.
”Aku juga nggak ingin berpisah lagi dengan mu Karen..”tambah Clarice yang di sambut senyum dari Karen.Dengan cepat mereka ber-7 melompat ke portal buatan Kirie.

Sesaat kemudia mereka telah sampai di sebuah hutan belantara.Cedric menyuruh Clarice dan ke-4 anak lainnya untuk menunggu sebentar di hutan saat mereka akan membuka jalan ke markas.
“Jadi,kau Clarice?Perkenalkan aku Charlie Jeremiah,biasa dipanggil C.J.”ujar salah satu anak mendekati Clarice dan Karen yang terlihat sedikit menjauh.
Memang,dia dan Karen bukan tipe orang yang gampang percaya dengan orang lain.
“Ya,aku Clarice,Clarice Maurrine.”jawab Clarice datar
“Aku Fern,Fern Jonathans..”ujar sorang anak yang segera berkumpul dalam lingkaran.
“Aku Marco Gerald..”ucap seorang anak laki-laki,yang di balas Karen dengan cepat.
”Aku Karen,Karen Medellaine”.Clarice,CJ,dan Fern dapat melihat gelagat aneh Marco dan Karen.
“Hhm..”gumam mereka bertiga bertiga bersamaan.
“Hei..”ujar Marco dan Karen hampir bersamaan yang di sambut pecah tawa mereka berlima.

Clarice mulai merasa nyaman berada di sekitar teman-teman barunya.Mungkin ini yang di carinya dari dulu sampai ia nekat kabur dari rumah kerabatnya.
Bertemu dengan orang yang bisa saling mengerti ada bagus nya juga,pikir Clarice.
“Hei,Clarice..”ujar CJ membuyarkan lamunan Clarice.
“Hah?!A,Apa?”jawab Clarice gelagapan.
“Hahaha,dasar,kami cuma tanya,fragments mu apa??”kata Fern.
“Fragments?Ouhw,kekuatan aneh ku yang sering muncul?”tanya Clarice bingung yang di sambut anggukan kepala yang lain.
”Aku juga nggak tahu,yang pasti setiap aku marah barang logam di sekitarku meleleh dan beberapa benda terbakar,api mungkin?”
“Kalau begitu fragments mu sama dengan ku”balas Marco.
“Kalau kau apa Kar?”tanya Clarice penasaran
“Tanah..Tiap kali aku sedih,pasti ada lantai yang retak atau daun pohon yang kulewati pasti layu semua..”ujar Karen malu.
“Pasti merepotkan..”balas Marco
“Ya,memang.Aku jadi takut menangis..”jawab Karen
“Sudah,hentikan,aku nggak kuat melihat adegan ‘dunia milik kita berdua’ ini lagi...”goda CJ.
“Kalau begitu fragments mu apa?”ujar Marco kesal.
“Aku,lihat ini..”Tiba-tiba seberkas kilat menyambar.
“Petir..”ucap Clarice tanpa sadar.
“Ya,ada lagi.Kalau aku marah,petir nya bakal tambah banyak,kalau sedih pasti turun hujan..”kata CJ dengan bangganya.
“Ya,kau memang hebaaat deh..”ujar Fern sambil tersenyum nakal.Entah kenapa Clarice merasa aneh melihat seyum itu.
“Bagaimana dengan mu Fern?”tanya CJ nggak sabar.
“Udara”jawab Fern singkat.”Jangan buat aku marah kalau nggak mau melihat benda-benda di sekitar mu melayang semua”lanjutnya dengan mimik serius yang mengundang tawa anak-anak lainnya.
“Hei,aku serius..”kata Fern sambil pura-pura memasang muka marah.
“Sudah cukup main-mainnya anak-anak,pintu markas sudah terbuka..”kata Cedric membuat  Clarice dan yang lainnya terlonjak kaget.
“Kapten,ada tanda-tanda keberadaan destroyer di radius 2 km,lebih baik kalau kita bergerak sekarang”kata Kirie.Cedric dengan sigap segera membuat jalan di tengah hutan belantara itu dengan fragments nya.Mereka terus berlari hingga tiba di ujung sebuah jurang yang dalam.
“Bagaimana kita bisa lewat?”seru Clarice spontan menyadari teman-temannya yang lain tak berani bertanya.
“Kita nggak akan melompatkan?”tanya Karen melanjutkan pertanyaan Clarice.
“Tentu nggak,Karen sayang...Kirie,bisa gunakan fragments mu??”tanya Cedric.
“Baik,Kapten..”ucap Kirie.
“Dari tadi,rasanya,Kirie,nggak berekspresi sedikit pun,ya”bisik Clarice pada Karen.
“Ya,aku juga merasa aneh...”balas Karen.
“Hei,jangan ngomongi orang sembarangan”timpal Fern dari belakang dua anak itu yang menarik perhatian yang lain.
“Kalian ngomongin apa sih?”tanya CJ yang memang dasarnya adalah anak yang ingin tahu.
“Mereka bilang kalau..”
“Nggak nggak ada apa-apa kok!!”ujar Clarice cepat sambil menutup mulut Fern yang mengundang tanya dari CJ,Marco,Cedric dan Kirie.Dengan cepat Clarice menarik Fern menjauh dari semuanya.
“Jangan bilang yang lain..Kalau nggak..”
“Kalau nggak?”potong Fern
“Kalau nggak,a..akh,yang penting kamu nggak boleh bilang..”teriak Clarice.
“Kalau gitu..Aku bakal mengunci mulut ku kalau kau menuruti kata-kata ku..”seru Fern yang dengan terpaksa harus Clarice turuti karena Kirie berjalan mendekati mereka.
“Kalian mau berbicara sampai kapan?Ayo,kalian mau tertangkap destroyer?”kata Kirie dengan nada datarnya dan mengarahkan jalan ke tangga es yang sudah di buatnya.Fern menyuruh Kirie pergi duluan membuat Clarice dan Fern tertinggal di belakang.
“Jangan lupa janjimu...”bisik Fern cepat di telinga Clarice sebelum akhirnya ia berlari menaiki tangga itu.
“Sial,kenapa harus ketahuan sama dia sih..”,keluh Clarice.